JAKARTA - Gempa berkekuatan Magnitudo 4,6 mengguncang Meulaboh, Aceh pada Jumat (15/4/2022). Gempa terjadi saat waktu berbuka puasa sekira pukul 18.27 WIB.
Demikian informasi dari laman BMKG. Pusat gempa berada di laut 34 Kilometer Barat daya Meulaboh
Kedalaman gempa diketahui 48 Kilometer. Sementara lokasi koordinat gempa 4.04 LU - 95.83 BT.
BACA JUGA:Gempa M2,9 Guncang Seram Bagian Barat
Getarannya juga dirasakan di Takengon, Sigli dan Pidie. Belum diketahui ada tidaknya dampak yang ditimbulkan.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa Meulaboh-Takengon ini merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia," kata Koordinator bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono seperti dikutip Antara.
Daryono mengatakan, guncangan gempa tersebut dirasakan di Meulaboh hingga Takengon Aceh Tengah dalam skala intensitas III MMI hingga menyebabkan beberapa warga lari ke luar rumah. Sedangkan di Sigli Pidie gempa dirasakan dalam skala intensitas II MMI.
BACA JUGA:Gempa Guncang Pesisir Barat Lampung, BMKG: Hati-Hati Guncangan Susulan
Meskipun guncangan gempa yang terjadi dirasakan cukup kuat, tetapi patut disyukuri hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa yang terjadi tidak berpotensi tsunami, sehingga masyarakat pesisir barat Aceh tidak perlu khawatir dengan ancaman tsunami akibat gempa ini," kata Daryono.
Hingga pukul 20.00 WIB malam ini, hasil monitoring BMKG terhadap gempa Meulaboh-Takengon belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).
Perlu diketahui, Aceh merupakan kawasan seismik aktif dan kompleks karena terletak pada jalur sumber gempa sesar aktif (Sesar Besar Sumatra) di daratan serta segmen subduksi megathrust di laut dengan laju penunjaman lempeng mencapai 50-60 mm/tahun.
Gempa besar yang bersumber di Zona Megathrust Aceh pernah memicu tsunami beberapa kali yaitu pada tahun 1861, 1886, 1907, 2004, 2005, dan 2012.
(Arief Setyadi )