Jenderal Moeng diketahui rutin bangun pukul 04.30 WIB untuk menyapu dan mengepel rumah sebelum berangkat ke kantor. Tak hanya itu, Moeng melarang istri dan anak menggunakan kendaraan dinas.
"(Karena dilarang naik mobil dinas) sehingga anaknya harus jalan kaki ke sekolah, sementara istrinya naik becak kalau hendak belanja," tutur Prabowo dalam buku biografinya berjudul "Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto".
Prabowo mengatakan dirinya sebenarnya tak terlalu dekat dengan Moeng. Namun menurutnya siapa pun prajurit Baret Merah pasti mengetahui sosok Moeng yang sangat terkenal medio -1960-an hingga 1980-an.
Prabowo mengisahkan Moeng selalu memulai terlebih dahulu setiap tahap pelatihan mulai dari panjat tebing, terjun, menembak, lari hingga lempar pisau. Moeng juga pernah memimpin lari pasukan satu resimen dan dua batalyon dari Cijantung ke Cililitan pulang-pergi.
Mantan Danjen Kopassus itu menjelaskan Moeng selalu menenteng senjata dan membuka baju seperti anak buahnya saat berlari. "Beliau sangat terkenal sebagai perwira spartan. Perwira yang tangguh dan kuat fisiknya," tutur Prabowo.
(Awaludin)