JAKARTA - Siapa yang tidak mengenal Hotman Paris? Seorang pengacara yang merupakan salah satu ikon terbaik dunia hukum di Indonesia. Terutama baru-baru ini publik dihebohkan oleh pengunduran diri Hotman Paris sebagai anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi). Setelah pengunduran diri tersebut, Hotman Paris bergabung dengan organisasi Dewan Pengacara Nasional (DPN) Indonesia.
Sosok Hotman Paris dikenal sebagai salah satu pengacara kondang Tanah Air yang berhasil aktif mencetak para calon advokat di FHP Law School. Hotman Paris bergerak di bidang hukum bisnis internasional.
Di balik sosoknya yang dikenal dengan penampilannya yang menarik perhatian karena perhiasan yang kerap kali ia pakai, gaya hidup mewah dan kesibukannya sebagai pengacara ini, Hotman Paris tetap ingat dengan kedua orang tuanya yang telah tiada.
Dalam sebuah video pada akun Instagram resmi Hotman Paris, @hotmanparisofficial, terlihat Hotman Paris sedang berkunjung ke makam kedua orang tua dan nenek moyangnya yang berada di Kampung Sirajadeang, Kecamatan Laguboti Toba, Sumatera Utara.
Sosok Hotman Paris yang terkenal dengan penampilannya yang nyentrik tersebut terlihat sederhana. Meskipun tetap menggunakan jas berwarna merah muda, ia tidak menggunakan perhiasan sama sekali.
“Inilah anak Medan sesungguhnya, pas pulang kampung cincin berlian puluhan miliar, langsung hilang dari jari,” komentar akun @robso***.
Warganet juga menyoroti Hotman Paris yang tetap menyempatkan untuk datang mengunjungi makam kedua orang tuanya, beserta satu adiknya, di tengah kesibukannya sebagai pengacara.
“Salut masih megang tradisi orang batak: ziarah kubur sebelum hari jumat agung” tulis akun @laem***.
Terlihat Hotman Paris yang menangis saat tiba di hadapan makam kedua orang tuanya tersebut. “Inilah kuburan bapak ibu saya, sudah lama saya tidak datang ke sini” ujar Hotman Paris dalam video tersebut sembari menangis.
“Memang sangat sedih saat mengingat orang tua yang sudah tiada, apalagi jika orang tua itu tiada disaat kita baru menemukan kesuksesan” ujar akun @psh***.
(Erha Aprili Ramadhoni)