Soal Penundaan Pemilu 2024, Megawati: No!

Kiswondari, Jurnalis
Rabu 20 April 2022 16:21 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri (foto: dok Okezone)
Share :

JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menegaskan, sikapnya mengenai penundaan Pemilu 2024. Hal ini disampaikan Mega dalam acara “Kick Off & Talkshow Pembentukan BRIDA, Setahun BRINteraksi” secara daring, Rabu (20/4/2022).

Awalnya, Mega mengkritisi soal pemekaran daerah otonom baru (DOB) yang mana daerahnya tidak mengalami perkembangan, sehingga semestinya dikembalikan lagi ke daerah asalnya. Menurutnya, ini tantangan bagi semua, bukan hanya partai.

“Ini tantangan lho. Buat siapa? buat semua, Ndak melalui partai-partai. Jadi ndak ada politik, mau diapakan, kan yang sengsara rakyatnya di daerah itu,” kata Megawati.

 BACA JUGA:Pemerintah Ingin Masa Kampanye Pemilu 2024 Maksimal 90 Hari

Untuk itu, Megawati mengajak para negarawan di Republik Indonesia ini untuk hanya memikirkan rakyatnya. Soal siapa yang memimpin, itu sudah ada jalannya melalui mekanisme pemilu. Untuk itu, dia dengan tegas mengatakan menolak adanya penundaan pemilu dengan alasan apapun.

“Siapapun, terserah, sudah ada jalannya nanti ada pemilu makannya saya tegas mengatakan sebagai ketua partai. No! tidak ada penundaan sama sekali, tetap berjalan dengan apa adanya,” tegas Presiden RI ke-5 ini.

BACA JUGA:Kelompok NII Ingin Gulingkan Rezim Jokowi Sebelum Pemilu 2024 

“Mau kurang apa lagi? mau kurang apa lagi? Maaf kalau saya bicara seperti ini, maaf beribu maaf apalagi bulan puasa. Tapi ini hal yang penting bagi kita semua, siapa kita ini? orang Indonesia warga negara Indonesia, bangsa Indonesia,” kata Mega dengan suara meninggi.

Apalagi, kata Mega, saat ini dirinya tengah berbicara dengan orang-orang pintar. Dirinya pun kaget mendapat gelar profesor, dan dia juga menegaskan bahwa dirinya tidak mau kalau disuruh jual beli gelar. Dan alasannya mendapatkan gelar itu karena keberhasilannya dalam pelaksanaan tata pemerintahan dan pemerintahan sehingga Indonesia bisa keluar dari krisis.

“Kenapa saya dapat professor? Ternyata ada dua kategori, karena ada teorinya, bisa dipertahankan, karena ada pelaksanaannya. Saya berhasil dalam pelaksanaan. Saya bilang “oohh begitu, pelaksanaan apa?” Dalam tata pemerintahan dan pemerintahan. Ketika masa krisis saya dapat keluar membawa bangsa Indonesia keluar dari krisis itu. Itu saya yang minta? ndak? orang yang kasih,” tegasnya.

“Itu lho, coba kamu itu semua, maaf saya sampai kamu-kamu, pikir seperti itu supaya kita benar bisa bangkit. Kita negara yang sangat bisa bangkit karena ada semua, hanya males kita mau carinya,” tandasnya.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya