Dikisahkan Slamet Muljana, pembangun pelabuhan Malaka dilakukan oleh Parameswara, raja pelarian dari Tumasik Singapura, karena takut serangan balasan dari Raja Pahang, yang datang ke Tumasik dengan armadanya untuk membalaskan kematian saudaranya, yang dibunuh oleh Paresmawara.
Pelarian yang dilakoni Paresmawara yakni menyingkir ke Muar, masih berupa desa kecil di pantai barat semenanjung, dan masih menjadi sarang jago atau orang yang pekerjaan sehari-harinya adalah meminta uang ke masyarakat. Di Malaka itulah, dalam waktu singkat Paresmawara menjadi orang yang berkuasa.
(Erha Aprili Ramadhoni)