JAKARTA - Jasa Marga atas diskresi pihak Kepolisian menghentikan sistem contraflow di KM 05+000 sampai KM 13+000 Tol Jakarta, Bogor, Ciawi (Jagorawi) arah Bogor atau Ciawi pada pukul 15.00 WIB. Contra flow dihentikan setelah arus lalin Jagorawi yang mengarah ke Bogor terpantau lancar.
"Atas diskresi Kepolisian pukul 15.00 WIB contra flow dihentikan," kata Marketing and Communication Department Head Jasamarga Metropolitan Tollroad, Irra Susiyanti melalui keterangan resminya, Selasa (3/5/2022).
Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) selaku pengelola Ruas Tol Jagorawi secara intensif melakukan pemantauan kondisi lalu lintas. Jasa Marga bersama pihak kepolisian telah menyiapkan beberapa rekayasa lalu lintas jika kembali terjadi kepadatan angkutan di Tol Jagorawi.
"Telah menyiapkan rencana bertindak berupa rekayasa lalu lintas sebagai langkah antisipasi terjadinya kepadatan di Ruas Tol Jagorawi," jelasnya.
Baca juga: Presiden Jokowi: Puncak Arus Balik pada 6-8 Mei 2022
Diketahui sebelumnya, Jasa Marga atas diskresi pihak Kepolisian memberlakukan contra flow di Jalan Tol Jagorawi yang mengarah ke Bogor atau Ciawi sekira pukul 12.30 WIB. Contraflow mulai diberlakukan di KM 05+000 sampai dengan KM 13+000 arah Bogor atau Ciawi.
Baca juga: Pelabuhan Panjang Disiapkan Urai Kepadatan Arus Balik di Bakauheni
Contra flow di KM 05+000 sampai KM 13+000 arah Bogor atau Ciawi diberlakukan untuk mengurai kemacetan akibat tingginya volume arus kendaraan. Kemacetan juga terjadi akibat pertemuan lalu lintas yang berasal dari ruas Tol JORR E dan ruas Tol JORR S serta pengguna jalan dari ruas Tol Dalam Kota dan ruas Tol Jagorawi.
Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, kata Irra, Jasamarga Metropolitan Tollroad telah memasang rambu-rambu dan menempatkan petugas pengaturan lalulintas di lokasi contra flow. Pengguna Jalan Tol Jagorawi juga diimbau untuk selalu berhati-hati.
"Jasa Marga mengimbau kepada masyarakat agar mempersiapkan diri sebelum melakukan perjalanan dengan memastikan kondisi kendaraan siap jalan, kondisi pengemudi yang prima, memperhatikan kecukupan BBM dan uang elektroniknya untuk kenyamanan perjalanan," imbaunya.
Baca juga: Imbau Pemudik Kembali Lebih Awal, Menhub: Puncak Arus Balik 7-8 Mei, Hindari Itu
(Fakhrizal Fakhri )