Artinya, indikator atau parameter itu dapat berbeda dengan jadwal pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way dan contra flow yang sudah pernah disosialisasikan sebelumnya. Hal ini mengingat periode arus balik sendiri diprediksi lebih sempit dibandingkan arus berangkat sebelumnya.
"Sehingga perubahan jadwal ataupun lokasi pemberlakuan one way sangat mungkin terjadi, mengingat dinamisnya lalu lintas nanti," pungkas Dwimawan.
(Angkasa Yudhistira)