NEW YORK - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres telah memberhentikan Wakil Sekretaris Jenderal dan Direktur Eksekutif Kantor Layanan Proyek PBB, Grete Faremo, di tengah penyelidikan yang sedang berlangsung atas dugaan penyelewengan dana, demikian diwartakan New York Times (NYT) pada Senin (9/5/2022).
Pengunduran diri Faremo terjadi di saat penyelidikan internal oleh PBB telah mengungkapkan transaksi “membingungkan”, yang dilakukan kantor Faremo, yang telah berlangsung sejak Desember tahun lalu.
BACA JUGA: PBB Akui Gagal Cegah Atau Akhiri Perang Rusia-Ukraina, Tidak Akan Menyerah
Kantor tersebut, sebuah agensi dengan misi untuk menyediakan “layanan infrastruktur, pengadaan, dan manajemen proyek untuk dunia yang lebih berkelanjutan,” dikatakan telah bekerja sama dengan bisnis swasta, menciptakan kembali peran bank investasi.
Menurut laporan NYT, badan tersebut diduga meminjamkan dana perusahaan Singapura untuk mengembangkan rencana pembangunan satu juta rumah terjangkau di enam negara dan memberikan puluhan juta dolar kepada satu keluarga Inggris “untuk memproduksi lagu pop, video game, dan situs web yang mempromosikan kesadaran akan ancaman lingkungan terhadap lautan dunia”.
Diwartakan Sputnik, usaha yang gagal dikatakan itu telah mengakibatkan kerugian dari USD22 hingga USD25 juta bagi PBB, menurut laporan yang berbeda.
Investigasi internal dilaporkan selesai pada Kamis (5/5/2022), tetapi belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan.
Juru bicara PBB Stephane Dujarric hanya mengatakan bahwa pengunduran diri Faremo mulai berlaku pada 8 Mei. Jens Wandel, mantan Penasihat Khusus Sekretaris Jenderal untuk Reformasi, akan mengambil alih tugasnya.