Terlepas dari gelombang masuknya orang-orang yang kembali, banyak orang masih terlihat meninggalkan stasiun kereta api Kyiv, sangat menyadari bahwa konflik masih jauh dari selesai dan takut bahwa pertempuran akan berlanjut di sekitar ibukota.
Di antara mereka adalah Katerina Okhrymenko, 37, yang akhirnya memutuskan untuk pergi ke Jerman bersama putranya yang berusia 11 tahun, Lukas.
Tetapi baginya, pergi adalah hal yang sangat besar karena dia tidak memiliki kerabat di sana atau sumber daya apa pun.
"Jika bukan karena putra saya, saya akan tinggal. Saya berharap bisa segera kembali," katanya.
"Saya pikir negara kita akan menang,” ujarnya. Baginya, air mata adalah air mata kesedihan.
(Susi Susanti)