Annisa (18) dan Ranti (17) merupakan perwakilan Save the Children dalam Children and Youth Forum for Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR). Survei Save the Children kepada lebih dari 400 anak tahun 2019 di Jawa Barat menemukan fakta bahwa 70% anak tidak mengetahui cara menyelamatkan diri dari bencana.
Sementara itu, 80% anak memiliki ketertarikan untuk belajar mengenai program pengurangan risiko bencana.
Sebagai upaya untuk mencegah dan mengurangi risiko bencana terhadap anak, penting untuk memberikan ruang bagi anak-anak untuk bersuara, berkontribusi dan terlibat dalam pengambilan keputusan yang menetukan masa depan yang aman bagi mereka.
Selain Presiden Jokowi, Annisa dan Ranti Ibu juga berkesempatan berbincang dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga, terkait pentingnya partisipasi anak.
Baca juga: Acara GPDRR 2022, PBB Apresiasi Penanganan Covid-19 di Indonesia
“Tidak ada (suara anak) yang tidak penting, partisipasi kalian adalah hak anak,” kata Bintang Puspayoga saat menanggapi Ranti dan Annisa, Selasa 24 Mei 2022.
Dalam GPDRR kali ini, Save the Children berbagi praktik baik terkait partisipasi anak yang bermakna dalam program pengurangan risiko bencana yang telah dilakukan oleh Save the Children di Jawa Barat.
Baca juga: Indonesia Tuan Rumah GPDRR 2022, Menparekraf Ajak Delegasi Nikmati Pura Taman Ayun Bali
Program ini telah menunjukan bagaimana anak-anak dapat berperan sangat penting di komunitas mereka. Anak-anak dan anak muda terbukti dapat mengidentifikasi risiko, mengembangkan rencana aksi dan melakukan inisiatif untuk berbagai upaya pendidikan pengurangan risiko bencana.