Reuters mengutip pemimpin kelompok itu Lamya Essemlali yang mengatakan pada Senin (30/5/2022) bahwa mayat itu adalah "hantu orca" dan meninggal sebelum ada upaya yang dapat dilakukan untuk membuatnya tertidur.
Para aktivis mengatakan mereka tinggal bersama mayat itu untuk memastikan tidak ditabrak kapal, yang akan membahayakan otopsi.
Sebuah tim penyelamat diharapkan untuk memulihkan tubuh dan memindahkannya ke pantai.
(Susi Susanti)