JAKARTA- Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengecam keras pesta bikini ratusan muda-mudi di sebuah rumah mewah di kawasan Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
(Baca juga: Penampakan Lokasi Private Party Bikini di Depok, Ada Kolam Renang dan Ayunan untuk Dugem)
Ketua Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa MUI, KH Masyhuril Khamis mengatakan, fenomena itu adalah wujud dari rendahnya nilai-nilai akhlak, agama, dan monitoring dari orang terdekat khususnya orang tua. Menurutnya anak kurang mendapat perhatian dari orang tua.
"Kondisi ini disebabkan rendahnya nilai-nilai akhlak, agama dan kurangnya monitoring dari orang tua terhadap pergaulan anak-anaknya, tempat bermain mereka yang tidak pernah menjadi perhatian orang tua, ”kata Masyhuril, Rabu,(8/6/2022).
Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al-Washliyah menyampaikan keluarga terdekat khususnya orang tua wajib memiliki perhatian lebih agar kejadian itu tak berulang kembali.
Oleh karena itu, dia juga meminta para orang tua sadar bagaimana anak-anaknya bergaul dan di mana keberadaan mereka.
"Solusi terbaik adalah menanamkan nilai-nilai akhlak, penguatan agama, serta penguatan monitoring (pengawasan) terhadap teman bergaul anak-anaknya,"tutup dia.
Sebelumnya ramai pemberitaan pesta bikini di sebuah rumah mewah yang mengegerkan warga Depok. Mirisnya para peserta pesta bikini itu diikuti sekira 200 muda-mudi.
Polisi kemudian menggerebek pesta bikini tersebut atas laporan warga yang merasa terusik. Dalam penggerebekan, polisi menemukan minuman keras dan 10 kotak alat kontrasepsi yang belum digunakan.
(Fahmi Firdaus )