TANGERANG - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau yang akrab disapa dengan sebutan Kak Seto buka suara terkait maraknya aksi anak cegat truk demi konten, dan bahkan hingga sampai merenggut nyawa.
Diakui Kak Seto bahwa kejadian ini sudah terbilang memprihatinkan. Dijelaskannya, peristiwa yang kerap kali terjadi ini dan menjelaskan bahwa komunikasi di dalam keluarga yang dirasa semakin berkurang.
“Artinya semua anak-anak ingin dapat perhatian. Anak-anak yang tidak dapat perhatian, dari temannya, lingkungannya, akhirnya bikin konten sedikit berbahaya. "Yang wah wah dapet apresiasi",” ujarnya saat dihubungi, Rabu (8/6/2022).
Alhasil, karena tidak mendapatkan apresiasi dari keluarga, akhirnya rasa pujian itu hadir di ruang lingkup pertemanannya yang memuji aksi nekat yang marak sekali terjadi akhir-akhir ini.
“Nah ini (pujian) diperoleh di lingkungan sendiri dan teman temannya, seperti "wah hebat bisa ditempat berbahaya" yang di mana saat ini yang populer bisa menghentikam truk dan sebagainya,” ungkapnya.
Dari peristiwa ini, selain peran orang tua dalam mendidik anak, peran serta warga sekitar tempat tinggal anak juga menjadi perhatian di mana dia meminta warga juga untuk berperan aktif.