Lebih lanjut, Menteri LHK mengungkapkan bahwa upaya pemerintah Indonesia dalam merehabilitasi hutan mangrove secara masif ini mendapat dukungan kerja sama dari berbagai pihak, baik dalam negeri maupun luar negeri.
"Jepang sudah mengawali juga di tahun 90-an dan akan di-_upgrade_ yang di Bali. Kalau yang Jerman ini di Balikpapan, dan di Sumatera Utara juga di beberapa provinsi di Indonesia," ucap Menteri LHK.
"Selain itu juga ada kerja sama dukungan dari USAID Amerika. Oleh karena itu kelihatan betul bahwa memang Indonesia pencetus resolusi di UNEA, di Environment Convention UNEA yang ke-4 tahun lalu, sekarang sudah ke-5. Itu kita menginisiasi untuk konvensi penanganan mangrove dan sejak itu banyak sekali yang ingin bekerja sama," lanjutnya.
(Khafid Mardiyansyah)