KOLOMBO - Ribuan wanita miskin di Sri Lanka mulai menerima bantuan makanan pada Kamis (16/6/2022) sebagai bagian dari tanggap darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap krisis ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya di negara itu.
PBB menyatakan empat dari lima orang mulai tidak makan karena mereka tidak mampu membayar harga tinggi. PBB pun memperingatkan krisis kemanusiaan yang mengerikan dengan jutaan orang membutuhkan bantuan.
Program Pangan Dunia (WFP) dari PBB mengatakan pihaknya mulai mendistribusikan kupon makanan kepada sekitar 2.000 wanita hamil di daerah-daerah yang "kurang terlayani" di Kolombo sebagai bagian dari "bantuan untuk menyelamatkan jiwa".
Anthea Webb, Wakil Direktur Regional WFP untuk Asia dan Pasifik, mengatakan orang-orang miskin di negara berpenduduk 22 juta itu merasa lebih sulit untuk membeli kebutuhan dasar seperti makanan.
Baca juga: Krisis Ekonomi Memburuk, Ribuan Anak di Sri Lanka Berisiko Meninggal Akibat Malnutrisi
"Ketika mereka melewatkan makan, mereka membahayakan kesehatan mereka dan anak-anak mereka," katanya.
Baca juga: Stok BBM Sri Lanka Hanya Tinggal Satu Hari, Warga Antre Berjam-jam
WFP mengatakan pembagian voucher tunai senilai 15.000 rupee (Rp2,8 juta) adalah bagian dari upaya PBB untuk membantu tiga juta warga Sri Lanka yang terkena dampak melonjaknya harga.
Badan dunia itu berusaha mengumpulkan USD60 juta (Rp889 miliar) untuk upaya bantuan pangan antara Juni dan Desember mendatang.
WFP mengatakan juga ingin membantu satu juta anak memiliki akses ke setidaknya satu makanan di sekolah, dan menyediakan "makanan yang diperkaya nutrisi" untuk satu juta ibu dan anak-anak lainnya.