Kisah Misteri "Ahmad" di Depan Nama Bung Karno

Solichan Arif, Jurnalis
Jum'at 17 Juni 2022 06:42 WIB
Presiden pertama RI, Soekarno (foto: IG @endo_dc)
Share :

Pohon yang ditanam Bung Karno itu kalau di Indonesia jenis pohon mimba, atau biasa juga disebut pohon mindi. Tak hanya bersifat peneduh sekaligus memiliki ketahanan hidup pada daerah tandus dengan suhu udara tinggi. Pohon yang kemudian berkembang dan banyak dijumpai halaman museum Ka’bah, sekitar Masjid Aisiyah, dan sepanjang jalan Kota Mekah itu, daunnya juga mengandung khasiat pengobat sakit diare.

Meski memiliki kedekatan dengan pemimpin Arab Saudi, posisi Bung Karno dalam menunaikan ibadah haji tak ada bedanya dengan jamaah lain. Ia juga menempati tenda sederhana seperti halnya para jamaah lain saat menunaikan wukuf di Padang Arafah. Kelaziman selama beribadah itu membuat Bung Karno semakin menghayati ibadah hajinya.

Pemakaian dua lembar kain ihram selama beribadah haji disadari Bung Karno sebagai momentum dilepasnya pangkat, jabatan, status sosial, politik maupun ekonomi yang sebelumnya melekat pada diri manusia. Saat itu semua manusia adalah sama.

Satu-satunya keberuntungan Bung Karno saat berhaji, kata dokter Soeharto adalah diperkenankannya berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW di area Masjid Nabawi, Madinah. Bung Karno mendapatkan fasilitas itu dari pemerintah Arab Saudi.

Dokter Soeharto merupakan dokter pribadi Bung Karno yang ikut dalam rombongan haji Presiden Indonesia. “Raja Arab begitu menghormati Bung Karno,” kata dokter Soeharto seperti dikutip dari “Soekarno Poenja Tjerita, Yang Unik dan Tak Terungkap Dari Sejarah Soekarno”.

Selepas menunaikan ibadah haji itu, di depan nama Soekarno tiba-tiba muncul tambahan nama Ahmad. Ahmad Soekarno. Ahmad atau yang biasa dieja Achmad, Ahmed, atau Achmed, mengandung makna “terpuji”. Menariknya, nama Ahmad Soekarno yang merujuk pada Bung Karno itu, begitu terkenal di Timur Tengah.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya