Indikator Politik Indonesia: Publik Nilai Kebijakan Kemendikbudristek Positif

Widya Michella, Jurnalis
Minggu 19 Juni 2022 15:00 WIB
Burhanudin Muhtadi/ Foto: Tangkapan layar
Share :

JAKARTA - Indikator Politik Indonesia merilis survei mengenai Sikap Publik terhadap Kebijakan Kemendikbudristek pada Minggu (19/06/2022). Hasil survei menunjukkan bahwa secara umum publik menilai positif terhadap program-program Kemendikbudristek.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan di antara 32 program yang diukur tingkat manfaatnya, mayoritas warga menilai cukup atau sangat bermanfaat di tiap program, umumnya lebih dari 75%.

Terutama program yang manfaatnya dirasa sangat besar karena menyentuh hajat hidup warga seperti Pembelajaran Tatap Muka (PTM), KIP Kuliah Merdeka, Bantuan kuota internet, BOS langsung ke sekolah, dan Peraturan Menteri tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual

(Permen PPKS).

"Demikian pula program-program Kurikulum Merdeka dan Merdeka Mengajar, serta program terkait pandemi COVID-19," kata Burhanuddin dalam keterangan resminya.

Meski demikian,kata Burhanuddin terdapat program-program yang manfaatnya dirasa besar tetapi perlu sosialisasi lebih banyak untuk meningkatkan pengetahuan warga.

Di antaranya program Organisasi Penggerak, Guru Penggerak, Bantuan dana transformasi untuk PTN dan PTS berdasar capaian IKU, Sekolah Penggerak, SMK Pusat Keunggulan, Perluasan Beasiswa LPDP, Permen PPKS, Kurikulum Merdeka, Platform Merdeka Mengajar.

Kemudian Pengiriman dana BOP, Revitalisasi Bahasa Daerah, Dana Abadi Kebudayaan, Program ASN PPPK, Gamelan sebagai warisan budaya takbenda dunia, UKT atau subsidi uang kuliah, Bantuan subsidi upah, Penerimaan relawan mahasiswa, dan Bantuan untuk pelaku budaya.

"Karena belum terlalu lama digulirkan, masih perlu penelitian lanjut tentang dampak dari program-program ini di lapangan. Misalnya, apakah PPKS sudah mulai diterapkan oleh sekolah-sekolah di luar kota besar, atau Matching Fund vokasi sudah dimanfaatkan oleh politeknik,"ujar dia.

Lebih lanjut, menurutnya perlu diteliti juga sejauhmana pemerintah daerah dan sekolah telah merespon kebijakan Kemendikbudristek ini. Terutama berapa persen lembaga pendidikan yang telah menerapkan kebijakan tersebut.

Terakhir dia mengatakan kampanye program-program Kemendikbudristek masih sangat perlu ditingkatkan, dengan intensitas atau penekanan kepada program-program yang paling besar kebermanfaatannya bagi masyarakat umum. Hal ini guna meningkatkan partisipasi warga pada berbagai program tersebut.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya