Ternyata, pemerintah kolonial perhatian terhadap bencana banjir di Pemalang juga terlihat pada tahun 1937. Mereka mengeluarkan anggaran sebanyak f. 3.000 untuk memperbaiki Bendung Nambo yang rusak akibat terjangan banjir.
Perbaikan dimulai pada akhir musim kemarau, waktu yang ada sangat singkat karena musim hujan. Hal itu memaksa para buruh untuk bekerja ekstra pada malam harinya.
(Fahmi Firdaus )