Sling Terakhir Sang Datuk di Kaki Harimau Sumatera

Demon Fajri, Jurnalis
Minggu 26 Juni 2022 12:45 WIB
Datuk Mawi mantan pemburu harimau (Foto: Demon Fajri)
Share :

Kena Kualat Harimau, Mengajak Pemburu Harimau Insaf

Memasuki 4 tahun, insaf berburu Harimau. Mawi mulai beraktivitas normal. Mencari rezeki di desanya. Apapun pekerjaan yang ditawarkan bisa membuat bahagia, aman dan senang. Dia kerjakan.

Bekerja sebagai buruh harian, mencari lebah sialang, ikut berpatroli sapu jerat Harimau, menjaring ikan dan bertani. Pekerjaan barunya itu membuat Mawi menjadi senang.

Dulu Mawi mahir memasang jerat kawat sling Harimau. Namun, sejak tergabung dalam Tim Smart Patrol Lingkar Inisiatif Indonesia, Datuk Mawi menjadi sosok menonaktifkan jerat yang terpasang di dalam hutan.

"Aktivitas berpatroli, kalau ketemu jerat kita ambil. Kalau ada kawan kita tegur kita mohon untuk berhenti. Harus berhenti. Sebab saya sudah berhenti," ucap Mawi.

Sejak insaf. Setidaknya Mawi sudah mengajak 10 pemburu Harimau, untuk berhenti berburu. Mereka merupakan group berburu. Masing-masing group 3 hingga 4 orang.

Ajakan berhenti itu tidak hanya di daerahnya. Namun, Mawi juga mengajak pemburu Harimau di Provinsi Jambi dan sekitarnya. Pria ini selalu mengingatkan kepada pemburu Harimau jika Harimau itu harus dilindungi. Kehidupan Harimau itu penting. Jaga Harimau, jaga kehidupan.

Sejak berhenti berburu. Mawi merasa mulai terkena karma. Apa yang telah dilakukan selama ini. Sebab. Di bagian kakinya, mengalami penyakit kulit, kudis-kudis. Itu Mawi rasakan ketika memasuki 2018.

Berhenti sebagai pemburu Harimau, Datuk tidak ingin meminta ke pemerintah. Bantuan, misalnya. Hanya saja, baginya pemerintah musti memikirkan kehidupan mantan pemburu Harimau.

"Saat ini, saya merasa berdosa telah mengganggu Harimau. Pernah saat itu Harimau yang masih hidup saya kuliti. Saya sudah kena kualatnya. Hukum karma berlaku, karena kaki Harimau pernah kena jerat, di akhir umur saya ini kaki terserang penyakit kulit, kudis-kudis. Ini saya rasa kualat kepada Harimau. Saya merasa kualat. Ini karma,'' tutup sang Datuk.

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya