JENEWA - Dana Anak-anak Sedunia PBB (UNICEF) mengatakan, lebih dari 266.000 pelanggaran dilakukan terhadap anak-anak dalam konflik bersenjata antara 2005 hingga 2020.
Sebuah analisis terhadap lebih dari 30 konflik di Afrika, Asia, Timur Tengah dan Amerika Latin mendapati, anak-anak terus menderita akibat perang dan dipaksa menanggung apa yang disebutnya sebagai kengerian yang tak terhingga.
Penulis laporan tentang masalah itu mengatakan, angka dalam laporan tersebut hanya mewakili sebagian kecil dari pelanggaran yang diyakini terjadi dan tidak mencerminkan besarnya kejahatan yang dilakukan terhadap anak-anak yang terperangkap dalam konflik.
Baca juga; UNICEF: 15 Bocah Tenggelam dan 3,5 Juta Anak Butuh Air Bersih Akibat Banjir Bandang Bangladesh
Penasihat senior UNICEF untuk Perlindungan Anak dalam Keadaan Darurat, Tasha Gill mengatakan, anak-anak adalah korban dari rata-rata 71 pelanggaran berat yang diverifikasi setiap hari. Ia menambahkan, laporan itu mencatat pembunuhan dan pencederaan lebih dari 104.000 anak dalam konflik.
Baca juga: UNICEF Peringatkan Bencana Malnutrisi Anak Akibat Harga Pangan Naik Imbas Perang Rusia-Ukraina