Aborsi Dilarang, Jaringan Meksiko Selundupkan 100 Dosis Obat Aborsi per Hari untuk Wanita AS

Susi Susanti, Jurnalis
Kamis 14 Juli 2022 12:07 WIB
Jaringan Meksiko selundupkan obat aborsi untuk wanita AS (Foto: Reuters)
Share :

MEKSIKO - Suatu hari pada akhir bulan lalu, ketika keputusan pelarangan aborsi mulai disahkan di Amerika Serikat (AS), tiga wanita Meksiko diam-diam menyeberang ke negara itu di berbagai titik di sepanjang perbatasan sembari menyembuyikan lusinan pil pemicu aborsi di barang-barang mereka.

 Obat itu yang merupakan kombinasi dua obat yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), telah melakukan perjalanan melintasi pedalaman Meksiko pada hari-hari sebelumnya, yang ditangani oleh jaringan bawah tanah dari sekitar 30 organisasi di negara itu.

Sejak Mahkamah Agung AS mencabut Roe v. Wade, peraturan yang mengatur hak aborsi, jaringan tersebut telah memindahkan rata-rata 100 dosis melintasi perbatasan setiap hari.

"Obat-obatan tiba dalam seribu cara, dengan cara yang kreatif, ke tangan wanita," kata Veronica Cruz Sánchez, seorang aktivis aborsi terkemuka Meksiko yang kelompoknya, Las Libres, membantu menjalankan jaringan tersebut.

Baca juga: Roe Vs Wade Dibatalkan, Mengapa Hak aborsi di AS Terus Memicu Pro dan Kontra?

Aborsi di Texas, termasuk distribusi obat aborsi - metode aborsi yang paling umum digunakan di negara ini - telah dilarang secara efektif setelah putusan pengadilan tinggi pada Juni lalu.

Pekan lalu, Whole Woman's Health, penyedia aborsi independen terbesar di Texas dan operator klinik terakhir di wilayah perbatasan Rio Grande Valley yang luas di negara bagian itu, mengumumkan akan menutup pusatnya di negara bagian itu dengan rencana untuk membuka kembali di negara tetangga New Meksiko.

Baca juga: UU Anti-Aborsi dan Kepemilikan Senpi Ubah Lanskap Pemilihan Sela di AS, Bagaimana Bisa Terjadi?

Meskipun bepergian ke negara bagian lain untuk aborsi adalah pilihan, tapi itu tidak sederhana. Wanita yang menjalani pengobatan aborsi pengobatan beberapa hari sering disuruh tinggal di negara bagian di mana mereka memulai prosesnya -- membuat perjalanan semacam itu menjadi sangat mahal bagi sebagian orang.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya