Warga pindahan kelompok keempat inilah kemudian menetap di daerah Pasuruan dan Probolinggo. Kemudian mereka secara perlahan membuat koloni - koloni di bagian selatan Pulau Jawa, yang pusatnya terletak di Singosari.
Ketika di Singosari, siapa yang memimpin memang tidak jelas, tetapi ada naskah yang menyatakan adanya ratu yang memegang kekuasaan di daerah Kedi, namanya Nyai Kedi. Singgasana kerajaannya berada di Kediri. Pada tahun 900 Masehi, keturunan Hindu - Waisya dimasukkan dalam Kerajaan Mendang yang juga dinamakan Kamulan. Nama lain Mendang adalah Medang, dan Kamulan adalah Ngastina atau Gajah Huiya.
(Qur'anul Hidayat)