Menurut Sahroni, informasi yang sepotong-sepotong bisa menyebabkan misinformasi hingga asumsi-asumsi liar di masyarakat. Karenanya, demi menghindari hal tersebut, kepolisian perlu menyampaikan informasi secara lengkap.
Sahroni menanbahkan, dengan hanya dibuka sepotong-sepotong justru menimbulkan informasi yang liar dan simpang siur di masyarakat.
BACA JUGA:Polisi Periksa Keluarga Brigadir J Terkait Laporan Dugaan Pembunuhan Berencana
“Jadi informasi soal autopsi dibuka, CCTV juga perlu dibuka. Setelah itu, penyampaian informasi ke publik perlu dilakukan paling tidak sudah selesai satu fase. Jangan baru 1/4 fase sudah konpers. Dengan begini, informasi yang liar dan simpang siur di masyarakat bisa dihindari,” pungkasnya.
(Awaludin)