Adu mulut pun terjadi terjadi. Tak lama, korban mengeluarkan parang yang dibawanya dan menyerang tersangka. Pelaku pun menghindar dari bacokan itu.
"Korban langsung menusuk parang tersebut ke arah perut pelaku. AS langsung menangkap tangan korban yang memegang parang dan pelaku langsung mengarahkan parang tersebut ke arah pinggang sebelah kiri korban hingga parang tersebut menusuk pinggang korban. Kemudian pelaku menarik parang yang tertancap di pinggang korban tersebut dan kembali ingin menusuk korban namun korban melakukan perlawanan," ucap Kapolres.
BACA JUGA:Heboh, Bocah Cantik Ditemukan Tewas di Penampungan Tinja
Kemudian terjadi kembali duel di lantai pondok tersebut. Terakhir perkelahian korban berada di posisi bawah.
"Pelaku berada di posisi atas kemudian menusuk-nusuk tubuh korban dengan menggunakan parang berkali-kali. Kemudian, pelaku menusukan parang ke arah pelipis sebelah kiri korban dan korban masih melakukan perlawanan," ujarnya.
Karena korban masih melakukan perlawanan, pelaku kembali menusukan parang ke arah kening bagian tengah korban dan pada saat itu korban tewas.
Setelah tewas, AS membawa jenazah korban dan membuangnya di kolam yang tidak jauh dari pondok tersebut. Setelah itu AS membersihkan darah yang berceceran di lantai.
BACA JUGA:Pemkot Bogor Luncurkan Bogor Smart Health Satu Data Kesehatan
Sementara sepeda motor korban disembunyikan untuk menghilangkan jejak. Kasus ini mulai terkuak setelah pada 20 Juli warga menemukan mayat korban di kolam.
"Motif pembunuhan, pelaku sakit hati karena korban datang kerumahnya sambil mengatakan kau jangan sok hebat di kampung orang. Kata-kata itu membuat pelaku tersinggung dan sakit hati kepada korban," ucapnya.
(Nanda Aria)