NEW YORK – Para peneliti Amerika Serikat (AS) mengatakan organ babi sebagian telah dihidupkan kembali satu jam setelah hewan-hewan itu dibunuh, dalam sebuah terobosan dengan potensi untuk mengubah pengobatan.
Teknik ini dapat meningkatkan jumlah organ yang tersedia untuk transplantasi dan memberi dokter lebih banyak waktu untuk menyelamatkan nyawa jika diterapkan pada manusia.
Studi ini juga menantang asumsi tentang apa yang terjadi di saat-saat antara hidup dan mati.
Para ahli mengatakan temuan itu "benar-benar luar biasa" dan "sangat signifikan".
Baca juga: Orang Pertama di Dunia yang Mendapat Cangkok Jantung Babi, Meninggal Dunia
Ketika jantung berhenti berdetak, tubuh kekurangan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk bertahan hidup. Organ membengkak, pembuluh darah runtuh dan sel - blok bangunan organ tubuh - mulai mati.
Baca juga: 2 Transplantasi Jantung Babi Berhasil Diterima Orang yang Mati Otak, Jantung Berfungsi Normal
Kematian sel ini dianggap cepat dan permanen, tetapi para peneliti di Universitas Yale telah memperbaiki beberapa kerusakan pada hewan yang telah mati selama satu jam.
"Kami dapat memulihkan beberapa fungsi sel, di berbagai organ vital, yang seharusnya mati," kata Prof Nenad Sestan, dikutip BBC.
"Sel-sel ini berfungsi beberapa jam setelah mereka seharusnya tidak berfungsi,” lanjutnya.
Tim peneliti melakukan hal serupa hanya pada otak babi pada 2019. Sekarang mereka telah mengadaptasi teknologi mereka - yang disebut OrganEx - untuk bekerja di seluruh tubuh.