Pulau Taiwan Ini Putar Musik Non-Stop Selama 2 Dekade untuk Cegah Konflik dengan China

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 09 Agustus 2022 03:05 WIB
Sisa-sisa tank di Pulau Quemoy. (Foto: Getty Images)
Share :

Pada tahun yang sama, pertempuran berdarah terjadi di pantai wilayah itu, di mana Kuomintang berhasil menghentikan pasukan komunis yang berusaha merebut Taiwan. Status quo yang terbentuk kemudian berlanjut hingga hari ini.

Pulau-pulau itu, bagaimanapun, merupakan tempat bentrokan baru antara pihak nasionalis dan komunis selama krisis Selat Taiwan berikutnya pada tahun 1954 dan 1958.

Setelah konfrontasi ini, China dan Taiwan saling menyerang dengan bom selama dua dekade pada hari yang bergantian. Kaum komunis akan menembak pada tanggal ganjil dan kaum nasionalis pada tanggal genap.

Meskipun saling balas serangan ini menggunakan amunisi tempur dan, pada periode itu, sasaran militer terkena dan tentara terbunuh, sebagian besar "bom" juga berisi selebaran propaganda.

Selebaran itu antara lain menampilkan foto-foto Chiang Kai-shek yang tersenyum dan mengundang penduduk China untuk membelot, foto-foto tentara yang melarikan diri dari China dengan berenang ke Quemoy, dan bahkan - yang mengejutkan – pasangan-pasangan muda Taiwan yang merayakan pernikahan mereka.

Bahan propaganda itu, dan hadiah-hadiah kecil seperti sabun batangan, juga mencapai daratan melalui balon-balon yang dilepas dari Quemoy yang diisi pengatur waktu sehingga ketinggiannya akan berkurang saat mereka berada di atas Xiamen. Atau dalam botol bir, yang dibuang ke laut dari pulau sehingga mereka mencapai daratan.

Propaganda juga disiarkan tanpa henti melalui gelombang radio.

Lantunan lagu Taiwan

Namun, pada tahun 1967, sebuah alat baru mulai beroperasi, dan dengan itu juga senjata termanis Taiwan, yakni penyanyi bernama Teresa Teng.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya