Sejak pencurian tahun 2011, benda-benda seni yang sangat berharga dari museum itu telah disimpan di area tertutup untuk umum dan hanya dapat dikunjungi oleh seorang staf, lapor media Belanda.
Hingga kini, tak seorang pun di museum itu yang mau berkomentar tentang pencurian ini.
Tapi Arthur Brand, seorang detektif seni, spesialisasi dalam menemukan karya-karya yang dicuri, mengatakan pencurian semacam ini sudah diduga.
Para penjahat membeli karya seni curian sebagai alat tukar untuk pengurangan hukuman penjara mereka, katanya.
Contohnya seperti apa yang dilakukan pengedar narkoba Kees Houtman yang mencoba menukar lukisan Van Gogh dengan pengurangan hukuman pada awal 1990-an.
Lalu, seorang bos mafia Napoli menukar karya yang dicuri oleh pencuri seni Octave Durham dari Museum Van Gogh Amsterdam pada 2002 agar mendapatkan hukuman yang lebih pendek.
Pada bulan Maret, sebuah lukisan karya Van Gogh, Spring Garden, dicuri dari sebuah museum di Laren, di utara Utrecht, dan diperkirakan akan ada lebih banyak pencurian dari museum-museum di Belanda akibat dari lemahnya sistem keamanan.
Detektif seni itu juga mengaitkan pencurian terbaru itu dengan terobosan polisi Belanda dan Prancis yang membobol sistem komunikasi rahasia yang digunakan oleh para penjahat.