RUSIA – Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan Rusia telah berjanji untuk memperluas hubungan bilateral yang komprehensif dan konstruktif dengan Korea Utara (Korut).
Dalam sebuah surat yang dikirim Pemimpin Korut Kim Jong un pada hari pembebasan Pyongyang, Putin mengatakan langkah itu akan menjadi kepentingan kedua negara.
Menurut sebuah laporan outlet media pemerintah Korea Utara KCNA, Putin mengatakan hubungan bilateral yang diperluas akan "sesuai dengan kepentingan kedua negara".
Pada gilirannya, Kim mengatakan persahabatan antara kedua negara telah ditempa dalam Perang Dunia II dengan kemenangan atas Jepang.
Baca juga: Ancam Barat, Putin Gembar-gemborkan Rudal Nuklir yang Bisa Melesat 7.000 Meter per Jam
Dia menambahkan bahwa "persahabatan " mereka akan tumbuh lebih kuat.
Dalam suratnya, Kim mengatakan persahabatan Rusia-Korea Utara yang "ditempa dalam perang anti-Jepang" telah "dikonsolidasikan dan dikembangkan dari abad ke abad".
Baca juga: Korut Umumkan Kemenangan Lawan Covid-19, Tuding Korsel 'Kirim' Wabah
Surat itu menyatakan kerja sama strategis dan taktis, dukungan dan solidaritas antara kedua negara telah ditempatkan pada tahap tinggi baru, di front bersama untuk membuat frustrasi ancaman militer dan provokasi pasukan musuh.
Pyongyang tidak mengidentifikasi kekuatan musuh dengan menyebut nama apapun, tetapi istilah tersebut telah digunakan berulang kali oleh Korea Utara untuk merujuk pada AS dan sekutunya.