5 Kota yang Jadi Titik Sentral Perjuangan Kemerdekaan Indonesia, Ini Daftarnya

Tim Litbang MPI, Jurnalis
Selasa 16 Agustus 2022 08:03 WIB
Ilustrasi pertempuran di Surabaya. (Ist)
Share :

PERJUANGAN kemerdekaan Indonesia tidak hanya dilakukan di pusat kota. Dari Sabang sampai Merauke, semua berjuang untuk membela dan mempertahankan Tanah Air.

Dari sekian banyak kota di Indonesia, terdapat beberapa kota yang menjadi titik perjuangan. Keberadaannya menjadi sentral karena digunakan para pejuang sebagai pusat pemerintahan, perundingan, hingga perangan. Kota-kota tersebut menjadi saksi bisu perjuangan bangsa.

Kota apa saja itu? Berikut kota-kota di Indonesia yang jadi titik sentral perjuangan kemerdekaan Indonesia.

1. Surabaya

Pertempuran 10 November 1945 menjadi bukti heroisme masyarakat Surabaya dalam melawan Sekutu. Peristiwa yang terjadi selama tiga minggu itu menimbulkan kerugian besar bagi Surabaya, terlebih lagi pihak Surabaya harus menerima kekalahan. Namun begitu, Pertempuran 10 November menjadi bukti dari semangat arek-arek Surabaya. Dengan pidato Bung Tomo yang berapi-api, masyarakat Surabaya rela mengorbankan nyawanya demi mengusir para penjajah. Pertempuran itulah yang menjadi cikal bakal Hari Pahlawan Nasional.

Kota Surabaya juga tidak dapat lepas dari insiden Hotel Yamato yang menjadi saksi bisu dari perjuangan Indonesia. Berbondong-bondong rakyat Surabaya menyerbu dan memanjat bangunan tersebut. Hal ini dilakukan tak lain dan tak bukan adalah untuk menyobek warna biru pada bendera Belanda di tiang bendera yang terdapat pada menara hotel.

2. Bandung

Lagu Halo-Halo Bandung yang sering dinyanyikan pada masa sekolah menceritakan tentang peristiwa Bandung Lautan Api yang terjadi pada 23 Maret 1946. Pembumihangusan Bandung menjadi aksi heroik di mana pasukan Tentara Republik Indonesia memilih untuk membakar dan meledakkan bangunan-bangunan di Bandung. Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk mencegah tentara Sekutu, yang diboncengi tentara NICA Belanda, menggunakan Bandung sebagai markas strategis militer.

3. Jakarta

Sebagai ibu kota, Jakarta menyimpan banyak kenangan sejak masa penjajahan dan menjadi titik sentral perjuangan kemerdekaan Indonesia. Banyak bangunan bersejarah yang menjadi bukti dari perjuangan para pahlawan, salah satunya Museum Kebangkitan Nasional. Museum Kebangkitan Nasional merupakan bangunan bekas STOVIA, sekolah kedokteran pribumi pada masa Hindia Belanda yang telah melahirkan banyak pejuang dan tokoh pergerakan.

Tidak hanya itu, Sumpah Pemuda yang menjadi bukti semangat juang para pemuda Indonesia dalam menyatukan tanah air juga terjadi di kota ini. Kejadian bersejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di tahun 1945 pun terlaksana di Jakarta.

4. Bukittinggi

Selain Yogyakarta, Bukittinggi juga pernah menjadi ibu kota Indonesia. Saat Yogyakarta diduduki Belanda, Bukittinggi dijadikan ibu kota Pemerintahan Darurat Indonesia dari Desember 1948 sampai Juni 1949.

Pemilihan ini bukan tanpa alasan. Kota Bukittinggi dikelilingi oleh benteng alam, seperti Gunung Marapi di barat, Gunung Singgalang di selatan, serta Lembah Sianok di utara dan barat. Benteng-benteng alam inilah yang mampu melindungi ibu kota dari serangan Belanda. Terlebih lagi ada Sjafruddin Prawiranegara di sana yang sudah memang sudah dipersiapkan untuk memimpin Pemerintahan Darurat.

5. Yogyakarta

Sebagai daerah istimewa, Yogyakarta menjadi lokasi dari banyak sejarah. Kota ini sempat menjadi ibu kota Indonesia sebelum kembali lagi ke Jakarta. Yogyakarta dipilih karena dinilai paling aman. Hal itu dikarenakan Belanda menghormati Kesultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualam. Selain itu, infrastruktur Yogya juga paling memadai untuk dijadikan ibu kota.

Status ibu kota pada Yogya ini juga yang memicu Serangan Umum 1 Maret. Belanda yang saat itu ingin menguasai kembali Indonesia berusaha untuk menduduki ibu kota, maka dari itu Yogyakarta menjadi sasarannya. Serangan Umum 1 Maret menjadi momentum yang membanggakan bagi Indonesia di mana pasukan Indonesia berhasil merebut kembali Yogyakarta dari tangan Belanda. (Diolah dari Berbagai Sumber/Litbang MPI/Mirsya Anandari Utami)

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya