Sementara itu Kepala Desa Kebonpedes Dadan Apriandi mengakui bahwa korban merupakan warganya dan dirinya mendapatkan kabar adanya penyerangan tersebut dari istri korban yang menghubunginya lewat aplikasi perpesanan. Setelah mendapat laporan lalu mendatangi rumah korban.
"Ketika saya lihat lukanya parah, lalu saya bawa kembali ke puskesmas untuk dilakukan pengobatan kembali dengan menjahit luka yang sobek, namun korban tidak mau akhirnya hanya tindakan buka perban dan pembersihan darah yang ada pada lukanya," ujar Dadan.
(Fahmi Firdaus )