Menurut rencana nantinya akan ada penghormatan meriam, penjaga kehormatan dan kehormatan militer penuh.
Sebagai informasi, Dom Pedro lahir pada 1798 dalam keluarga kerajaan Portugal, yang pada saat itu juga memerintah Brasil. Keluarga itu melarikan diri ke koloni Portugis saat itu untuk menghindari tentara penyerbu Napoleon.
Ketika ayah Dom Pedro, Raja John VI, kembali ke Portugal pada 1821, ia meninggalkan pria berusia 22 tahun itu untuk memerintah Brasil sebagai wali.
Setahun kemudian, bupati muda itu menentang parlemen Portugis, yang ingin mempertahankan Brasil sebagai koloni, dan menolak permintaannya agar ia kembali ke negara asalnya.
Pada tanggal 7 September 1822 ia mengeluarkan deklarasi kemerdekaan Brasil dan segera setelah dinobatkan sebagai kaisar.
Dia kembali ke Portugal untuk memperjuangkan hak putrinya untuk naik takhta Portugis dan meninggal pada usia 35 tahun karena TBC.
Di ranjang kematiannya, raja meminta agar jantungnya dikeluarkan dari tubuhnya dan dibawa ke kota Porto, di mana jantung itu disimpan di sebuah altar di gereja Our Lady of Lapa.
Jenazahnya dipindahkan ke Brasil pada 1972 untuk menandai peringatan 150 tahun kemerdekaan dan telah disimpan di ruang bawah tanah di São Paulo.
(Susi Susanti)