MEDAN - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hutan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Deli, Kota Medan, Sumatera Utara tinggal 5,6 persen, menurut kajian yang dilakukan Japan International Cooperation Agency (JICA).
Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam Disaster Briefing daring mengatakan banjir yang terjadi di Kota Medan, hampir terjadi di satu kawasan DAS.
"Ini menjadi perhatian kita juga karena dari kajian JICA tahun 2015. Jadi ada standar dalam satu DAS itu 30 persen harus hutan, supaya serapan airnya optimal, khusus untuk DAS Deli ini dari hasil kajian teman-teman JICA tahun 2015 itu tinggal 5,6 persen," ujar Abdul dilansir Antara, Selasa (23/8/2022).
Abdul mengatakan dengan 5,6 persen hutan di DAS Deli, tentu saja serapan air tidak optimal. Jikalau serapan air tidak optimal, saat intensitas hujan tinggi, tidak akan bisa mengkonsolidasikan atau menyerap air di hulu, kemudian menjadi surface runoff yang akan menyebabkan banjir baik itu di tengah DAS maupun di hilirnya yaitu Kota Medan.
Baca juga: Tersedot Pusaran Air Sungai, Seorang Remaja Hilang saat Berenang
"Kalau kita berbicara jangka menengah dan jangka panjang tentu saja yang saat ini cakupan hutannya 5,6 persen, kita harus kejar lagi ke 30 persen, karena inilah standarnya satu DAS itu bisa berfungsi optimal dan tidak membahayakan masyarakat di sepanjang aliran sungai," ujar Abdul.
Baca juga: Tinggal di Bawah Jembatan Sungai Deli, Pria Ini Dipulangkan ke Kampung Halamannya