Ukraina Terus 'Diguyur' Bantuan Materil dan Moril, Inggris Beri Rp947 Miliar dan AS Beri Rp44 Triliun

Susi Susanti, Jurnalis
Kamis 25 Agustus 2022 11:41 WIB
Perang Rusia-Ukraina masih terus memanas (Foto: The New York Times)
Share :

UKRAINA - Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson muncul di Kyiv, Ukraina dalam perjalanan mendadak untuk menunjukkan dukungan ke negara itu. Inggris mengumumkan memberikan dana bantuan militer baru sebesar 54 juta poundsterling (Rp947 miliar). Sedangkan sebelumnya Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan memberikan dana bantuan tambahan USD3 miliar (Rp44 triliun).

Tak hanya bantuan material berupa dana, bantuan moril seperti dukungan juga datang dari seluruh dunia. Seperti dari Australia, Jerman, Finlandia, Polandia, Turki, dan banyak lagi. Di Vatikan, Paus Fransiskus menyerukan "langkah nyata" untuk mengakhiri perang dan mencegah risiko bencana nuklir di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia - yang terbesar di Eropa.

Di jalan-jalan Kyiv terlihat relatif sepi. Ukraina telah melarang pertemuan dan acara besar karena khawatir Rusia dapat menargetkan pertemuan sipil semacam itu. Ini mengikuti peringatan dari AS untuk setiap warganya untuk pergi sebelum ulang tahun Ukraina yang jatuh pada 24 Agustus.

 Baca juga: Serangan Roket Rusia Hantam Stasiun Kereta Api Ukraina, 22 Orang Meninggal dan 50 Terluka

Beberapa warga terlihat tetap berkumpul di Jalan Khreshchatyk untuk melihat jajaran tank dan kendaraan lapis baja Rusia yang ditangkap yang dipajang alih-alih parade Ukraina yang biasa.

Baca juga: Lagi, AS Beri Bantuan Militer Rp11 Triliun ke Ukraina, 11 Helikopter hingga 200 Kendaraan Lapis Baja

Di sela-sela pidato politiknya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan istrinya juga menghadiri upacara peringatan bagi tentara yang gugur dan warga sipil perang, meletakkan bunga kuning dan biru di Tembok Memori Pembela yang Jatuh di Kyiv.

Awal pekan ini, para pejabat Ukraina memberikan pembaruan pertama mereka tentang kausalitas militer dalam beberapa waktu - mengatakan bahwa hampir 9.000 tentara telah tewas dalam konflik enam bulan, meskipun jumlah itu tidak dapat diverifikasi secara independen.

Meskipun kalah, Zelensky telah memulai hari dengan pidato nasional yang menantang, bersumpah untuk merebut kembali seluruh Ukraina, "tanpa konsesi atau kompromi".

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya