3. Narasi Kekerasan Seksual
Menurut Edwin, terdapat sejumlah kalimat yang benar-benar menciptakan kesan seolah-olah PC adalah korban kekerasan seksual.
"Ada narasinya. Itu ya sebagai upaya untuk mempengaruhi yang terundang. (Narasinya) Kasian Ibu Putri ini perempuan, punya anak, jadi korban cabul, segala macam diperlihatkan wajahnya dan (disampaikan) bajunya terbuka," tutur Edwin.
"Itu kan dengan maksud untuk mempengaruhi para undangan supaya yang diundang itu sama frekuensinya dengan maksud tujuan dari si pengundang biar satu pemahaman," tutur Edwin.
(Erha Aprili Ramadhoni)