Pada saat itu Profesor Jacob Clay selaku ketua fakultas mengatakan, bahwa peristiwa itu penting karena diantaranya ada orang jawa. Yang dimaksud oleh sang profesor adalah Soekarno, Anwari, dan Soetedjo.
"Terutama penting peristiwa itu bagi kita karena ada di antaranya tiga orang insinyur orang Jawa," tuturnya.
Setamat kuliah, Soekarno semakin aktif di dunia pergerakan. Dalam hal ini Inggit turut berperan mendukung perjuangan suaminya.
Saat Pemerintah Kolonial Hindia Belanda menghukum Soekarno di Penjara Sukamiskin karena kegiatan politik, Inggit setia menemani dan menunggu hingga masa hukuman itu habis. Inggit yang waktu itu berjualan rokok buatannya sendiri adalah satu-satunya orang yang diizinkan menjenguk Soekarno.
(Widi Agustian)