Hartini bersedia menjadi istri Soekarno setelah mendapat restu dari kedua orang tuanya. "Kata orang tua saya, dimadu itu abot (berat), biarpun oleh raja atau presiden," tuturnya menirukan nasihat orang tuanya.
Namun, sebelum dinikahi, Hartini mengajukan syarat agar Fatmawati tidak diceraikan dan tetap menjadi Ibu Negara. "Saya tidak mau Ibu Fatmawati diceraikan, karena kami sama-sama wanita," ujarnya.
Selama berumah tangga dengan Soekarno, Hartini mengakui bahwa suaminya selalu bersikap penuh perhatian, telaten, dan tak pilih kasih. "Bapak telaten dan penuh perhatian pada semua istrinya. Kita ndak dibeda-bedakan," kata Hartini.
(Widi Agustian)