JAKARTA - Pada September ini banyak sekali hari penting untuk memperingati peristiwa ataupun hari bersejarah di Indonesia. Ada total lebih dari 30 hari penting pada bulan September ini.
Pada bulan September tahun 2022 ini tidak terdapat tanggal merah. Namun, tetap ada beberapa hari penting yang biasa dirayakan. Berikut hari-hari penting di bulan September.
1. 1 September: Hari Polisi Wanita (POLWAN)
Peringatan Hari Polisi Wanita berawal pada tahun 1948. Saat itu polisi kesulitan saat akan memeriksa korban, tersangka, maupun saksi wanita. Kemudian polisi meminta bantuan dari istri atau pegawai sipil wanita guna memeriksa fisik korban. Lalu, organisasi wanita dan organisasi wanita Islam di Bukittinggi memberi saran kepada pemerintah agar wanita bisa dilibatkan dalam pendidikan kepolisian. Pada 1 September 1948, 6 perempuan lolos untuk mengikuti pendidikan inspektur polisi di Bukittinggi. Tanggal itu kemudian ditetapkan sebagai Hari Polwan yang sampai saat ini masih terus diperingati.
Baca juga: Benarkah Indonesia Masuki Endemi September Mendatang?
2. 3 September: Hari Palang Merah Indonesia (PMI)
Palang Merah Indonesia didirikan sekitar tahun 1931 yang dipelopori oleh Dr Bahder Djohan dan dr RCL Senduk. Kemudian Presiden Soekarno mengeluarkan perintah kepada Menteri Kesehatan dr Buntaran Martoatmodjo untuk membentuk badan Palang Merah Nasional guna menunjukkan kepada dunia internasional tentang keberadaan Negara Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 pada 3 September 1945.
Baca juga: Peristiwa 22 September: Irak Lancarkan Invasi ke Iran
3. 4 September: Hari Pelanggan Nasional
Hari Pelanggan Nasional merupakan hari di mana perusahaan atau pelaku usaha memberikan promo sekaligus diskon kepada para pembeli. Harpelnas ini awalnya diusulkan oleh pengusaha asal Solo, Handi Irawan. Ia merupakan pemilik Frontier Consulting Group yang bergerak di bagian riset dan marketing yang berdiri pada tahun 1997. Kemudian di tahun 2003, Handi mencetuskan adanya Hari Pelanggan Nasional. Idenya diajukan kepada pemerintahan Megawati Soekarnoputri dan diterima.