JAKARTA – Melalui rekonstruksi pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J terungkap apa yang dikatakan Ferdy Sambo sebelum menginstruksikan penembakan. Hal itu dapat dilihat dari video animasi yang dirilis Mabes Polri.
Dalam animasi tersebut mulanya terlihat bahwa mobil yang ditumpangi Putri Candrawathi, Bripka Ricky Rizal, Bharada Richard Eliezer, Kuat Ma'ruf, dan Yosua tiba di rumah dinas Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan, pukul 17.06 WIB. Mereka lalu masuk ke dalam rumah.
Putri langsung menuju kamar dengan diantar Kuat Ma'ruf. Sedangkan Bharada E naik ke lantai 2. Kuat juga naik ke lantai 2 rumah dinas dengan menggunakan tangga yang berbeda.
Baca juga: Usai Ikuti Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J, Komnas HAM Temukan Perbedaan
Sementara itu, Ricky menunggu di garasi. Adapun, Brigadir Yosua menuju area taman rumah dinas.
Tak lama berselang, mobil yang membawa Sambo tiba. Saat turun, Sambo sudah mengenakan sarung tangan hitam dan membawa pistol. Pistol yang dibawa pun sempat terjatuh dan diambil kembali.
Baca juga: LSI: 80 Persen Masyarakat Percaya Ferdy Sambo Dalang Pembunuhan Brigadir J
Sambo lalu memanggil Bharada E turun, termasuk meminta Kuat memanggil Yosua dan masuk ke dalam rumah bersama Ricky.