Pada 2005, Putin mengatakan pecahnya Uni Soviet adalah "bencana geopolitik terbesar abad ke-20".
Namun, dalam telegram belasungkawanya kepada keluarga Gorbachev pada Rabu (31/8/2022), Putin membuat catatan yang lebih mendamaikan, menggambarkannya sebagai "seorang politisi dan negarawan yang memiliki dampak besar pada jalannya sejarah dunia".
Putin tidak akan menjadi satu-satunya orang yang absen dari pemakaman. Banyak pemimpin asing yang mungkin diharapkan hadir saat ini dilarang berada di tanah Rusia, sebagai pembalasan atas sanksi Barat yang dijatuhkan karena invasi Rusia ke Ukraina.
Politisi papan atas dari Amerika Serikat (AS), Inggris, Uni Eropa (UE), Jepang, dan Kanada termasuk di antara mereka yang termasuk dalam daftar pengecualian. Terrmasuk Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson, serta dua kandidat yang bersaing untuk menggantikannya, Liz Truss dan Rishi Sunak.
Seperti diketahui, reformasi Gorbachev membantu mengakhiri Perang Dingin, tetapi melihat runtuhnya Uni Soviet, yang dikeluhkan oleh Putin.
(Susi Susanti)