Kisah Tiga Markas Batalyon Menjadi Kenangan Perampingan Korps Baret Merah Kopassus

Rifqa Nisyardhana, Jurnalis
Senin 12 September 2022 17:17 WIB
Kopasuss/TNI AD
Share :

Butai-veteran Perang di Guadalcanal di Kepulauan Solomon, Pasifik Selatan. Pasukan Kido Butailah yang melawan pasukan Republik Indonesia dalam pertempuran lima hari di Semarang pada 15-19 Oktober 1945. Lokasi markas yang berada di ketinggian memberikan keunggulan penguasaan medan Kota Semarang bagi pasukan Jepang.

Kemudian, tidak lama berselang, Pasukan Sekutu di bawah komando Inggris yang mendarat di Pelabuhan Semarang pun menempati lokasi strategis di Jatingaleh tersebut. Pasukan Inggris-sebagai pemenang Perang Dunia II-yang bermarkas di Jatingaleh juga terlibat dalam rangkaian Pertempuran Palagan Ambarawa 20 Oktober-15 Desember 1945 yang kini diperingati sebagai Hari Juang Kartika oleh TNI AD.

Panglima Besar —ketika itu masih berpangkat Kolonel— Soedirman dan Ahmad Yani ikut terlibat dalam operasi besar menggempur Pasukan Sekutu di Palagan Ambarawa yang mengakibatkan pertempuran di Semarang sampai Ambarawa.

Ketika itu, Pasukan Sekutu terdiri atas Pasukan Inggris-India dan Gurkha mundur teratur dari Ambarawa dan bertahan di kubu strategis yakni Ungaran dan Jatingaleh, Semarang.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya