Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jenderal Tempur Kopassus Pimpin Evakuasi Puing Pesawat AMA yang Dibakar KKB

Riyan Rizki Roshali , Jurnalis-Minggu, 19 Juli 2026 |09:20 WIB
Jenderal Tempur Kopassus Pimpin Evakuasi Puing Pesawat AMA yang Dibakar KKB
Jenderal Tempur Kopassus Pimpin Evakuasi Puing Pesawat
A
A
A

YAHUKIMO -  Pasukan TNI mengevakuasi puing-puing pesawat Pilatus PK-RCY milik PT AMA yang dibakar Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM)/KKB Papua di Distrik Balinggama, Papua Pegunungan.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto memimpin langsung evakuasi tersebut.

Dia menjelaskan, evakuasi dilakukan bersama masyarakat serta tokoh adat dan tokoh agama untuk membersihkan sisa-sisa pesawat yang hangus terbakar di landasan pesawat perintis di Balinggama.

“Kami bahu-membahu mengevakuasi badan hingga puing-puing pesawat yang hangus terbakar, dari landasan pesawat perintis di Distrik Balinggama Papua Pegunungan,” kata Lucky, Minggu (19/7/2026).

Dia menjelaskan, pembersihan puing pesawat dipercepat agar jalur transportasi udara menuju dan dari Balinggama dapat kembali beroperasi sehingga aktivitas masyarakat maupun pelayanan gereja dapat berjalan normal.

“Puing-puing pesawat ini adalah saksi bisu kebiadaban OPM, dan menjadi bukti sekaligus fakta bahwasanya OPM adalah musuh bersama, bukan hanya bagi Indonesia namun juga bagi seluruh umat beragama serta dunia internasional,” ujarnya.

Jenderal tempur Kopassus ini menyebut, kejahatan yang dilakukan OPM telah melampaui batas karena dianggap telah menodai norma moral, budaya, adat, dan agama.

“Kekejian KKB sudah melampaui batas-batas perikemanusiaan dan ketuhanan, mengingat kekejian OPM telah menginjak-injak norma moral, budaya, adat dan agama, yang dijunjung oleh semua umat manusia yang beradab di dunia,” ungkapnya.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement