Pada saat masa-masa pembuangan di Ende dan Bengkulu, Inggit ikut dengan suaminya kelokasi tersebut. Padahal Inggit merupakan manusia bebas yang memiliki hak pada dirinya sendiri untuk tidak ikut suaminya dalam pembuangan,
Ia berkata , “… apakah artinya aku sebagai istrinya kalau suami dibuang dan aku tidak ikut dengannya? ... aku sudah tahu, meskipun tidak dikatakan berapa lama kami harus hidup dalam pembuangan, aku sudah harus siap untuk hidup di sana sampai ajal."
Segala pengorbanan Inggit tidak hanya ketika Soekarno berada dipenjara tetapi juga berada di luar penjara.
(Widi Agustian)