JAKARTA – Wakil Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari meminta agar polemik pernyataan Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Effendi Simbolon, yang menyebut TNI sebagai gerombolan dalam Rapat Komisi I DPR dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Panglima TNI disudahi, karena Effendi sudah menyampaikan maaf.
BACA JUGA:Diblokir PPATK, Rekening Lukas Enembe Berisi Uang Puluhan Miliar Rupiah
Apalagi, muncul polemik baru mengenai video Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurrachman yang memerintahkan prajurit TNI AD agar tidak tinggal diam mengenai pernyataan Effendi tersebut.
“Saya kira kan sudah ada permintaan maaf dari Pak Effendi, selesailah, sudahlah. Kita anggap selesailah, udah, enggak usah diperpanjang,” kata Kharis kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (14/9/2022).
BACA JUGA:Mantan Bupati Tanah Bumbu Mardani Maming Didugat Rp4,3 Triliun Dalam Kasus Izin Tambang
Soal adanya isu disharmoni Panglima TNI dan KSAD yang dianggap memecah belah institusi TNI, politisi PKS ini menegaskan tidak ada.
“Enggak, enggak ada,” ujarnya.
Menurut Kharis, Komisi I DPR sudah menjadwalkan rapat dengan Menteri Pertahanan (Menhan), Panglima TNI dan para kepala staf dari 3 matra, KSAD, KSAL dan KSAU untuk membahas anggaran pada 26 September 2022 pekan depan.
“Kan tanggal 26 (September) kan ada rapat lagi memang. Rapat anggaran,” terangnya.