Mendampingi Hari-Hari Akhir Prof Azyumardi Azra, Yadi Hendriana: Sungguh Bercahaya

Awaludin, Jurnalis
Minggu 18 September 2022 15:53 WIB
Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Dewas Pers, Yadi Hendriana (foto: dok MPI)
Share :

JAKARTA - Ketua Dewan Pers yang juga pernah menjabat Rektor UIN, Azyumardi Azra meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Serdang, Malaysia, Minggu (18/9/2022). Azyumardi menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 12.30 WIB.

Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers, Yadi Hendriana pun mengenang pertemuan terakhir dirinya dengan Cendikiawan Muslim itu saat di Padang, Sumatera Barat.

"Kang, kapan berangkat ke Padang, saya sudah sampai hari Jumat ini," kata Yadi menirukan pembicaraan Prof Azra.

 BACA JUGA:Azyumardi Seorang Cendekiawan Muslim yang Dipercaya Menjadi Ketua Dewan Pers

Kata Yadi, Prof Azra menelpon pada Jumat 9 September 2022 di Padang, saat akan roadshow di Sumatera Barat yang didampingi Wakil Ketua Dewan Pers, Agung Dharmajaya serta anggota Dewan Pers lainnya.

"Saya rencana ikut roadshow tapi bergantian dengan Mas Totok, saya berangkat hari Minggu siang," sambung Yadi.

“Saya berangkat hari minggu siang Prof, kebetulan acara saya hari Senin di Tanah Datar untuk literasi media bersama Prof dan Mas Waka,” jawab Yadi saat ditanya Prof Azra.

“Oke kang saya tunggu,” jawab Prof Azra di ujung telepon.

 BACA JUGA:Azyumardi Azra Meninggal, Menag: Indonesia Berduka Kehilangan Intelektual Kaliber Dunia

Lalu pada Minggu 11 September 2022, Yadi berangkat ke Padang dan dilanjutkan perjalanan ke Bukittinggi, saat tiba di bandara yang menjemput Agung. Dan ternyata, Prof Azra nitip dibelikan Ikan Bilih di Danau Singkarak.

“Saya jemput kang Yadi biar bisa bareng bareng beli pesanan Prof Ikan Bilih di Danau Singkarak, beliau maunya beli di sana,” kata Mas Agung. “Oke mas kita ke Singkarak dulu membeli pesanan prof,” kata Yadi.

Di tengah perjalanan dan makan siang, Prof Azra kembali WA untuk menanyakan keberadaanya apakah sudah di Padang.

"Kang sudah di Padang?” tanya Prof Azra. “Sudah prof, saya mau ke Singkarak dulu membeli ikan bilih," ungkap Yadi.

"Oke Kang, nanti malam kita makan malam di hotel ya, sambil ngobrol-ngobrol," tegas Prof Azra di pesan WA.

 BACA JUGA:Azyumardi Azra Meninggal, Wagub DKI: Beliau Guru Saya dan Jutaan Orang di Dunia

Usai membeli Ikan Bilih, Yadi bersama Agung melanjutkan perjalanan ke Bukittinggi, dan sesampainya di hotel ia tidak sempat bertemu dengan Prof Azra yang sudah beristirahat. Sampai pagi baru bertemu sarapan dan jalan satu mobil menuju Tanah Datar untuk literasi media.

"Sambil menunggu keberangkatan, Prof ngajak berdiskusi tentang kemerdekaan pers, kebetulan tanggal 23 September kami akan memperingati Kemerdekaan Pers tepat 23 tahun di tandatangannya UU Pers No 40 Tahun 1999. Acara juga akan dikemas diskusi tentang pers dan kontestasi 2024 dan launching aplikasi pengaduan. Acara ini kemudian kami undur karena Prof telah berpulang," sambung Yadi.

Menurut Yadi, Prof Azra mengingatkan agar Pers jangan terlena dengan kebebasan yang diberikan, Dewan Pers terus mengkampanyekan konten-konten sehat biar kebebasan tidak kebablasan, dan harus tunjukan kepada publik.

 BACA JUGA:Memori Peninggalan Azyumardi Azra, Begini Kata Haedar Nashir

Usai literasi media di Tanah Datar, anggota Dewan Pers diajak Prof Azra menuju Desa Wisata Pariangan untuk minum kopi kawah, Prof Azra terlihat menikmati pemandangan tanah leluhurnya itu, diiringi saluang lagu melayu yang syahdu.

“Saya menikmati betul suasana ini,” ungkap Prof Azra.

"Hari senja, kemudian kami kembali ke Hotel. Karena cape, Prof, saya, mas Agung dan mas Irwan sepakat istirahat lebih cepat," kata Yadi.

“Kang Yadi besok jam 05.30 pagi kita ketemu ya, sebelum kang Yadi ke AirPort, sarapan bareng” kata Prof Azra.

Tak disangka, pukul 05.45 WIB sudah turun dan sempat ngobrol ngalor ngidul sambil menemani sarapan. Prof Azra pun berkata ia berencana akan ke Malaysia untuk menghadiri undangan Anwar Ibrahim.

“Saya setelah dari Padang rencana mau ke Malaysia menghadiri undangan Anwar Ibrahim” ungkap Prof Azra.

“Prof jaga kesehatan, aktivitas Prof tidak berhenti,” kata Yadi menimpali. Lalu Prof tidak menjawab.

“Ayo Kang, takut kang Yadi ketinggalan pesawat,” sambung Prof Azra.

Jam menunjukkan pukul 06.45 WIB, Prof Azra meminta Yadi untuk segera menuju lobby hotel, wajar karena perjalanan Tanah Datar AirPort dua jam lebih dan perjalanan tidak bisa diprediksi.

"Tak seperti biasanya, Prof nganterin saya sampai lobby bahkan sampai saya naik kendaraan. Saya sempat larang Prof; Prof tidak usah dianter, Prof istirahat saja,” kata Yadi diiringi senyuman Prof Azra, kemudian melambaikan tangan.

"Saya sempat melihat Prof yang bercahaya, tersenyum dan melambaikan tangan. Saya harus kembali ke Jakarta, tidak bisa menemani Prof yang masih punya agenda bertemu Gubernur Sumbar," tutur Yadi.

Yadi pun mengenang Prof Azra yang luar biasa, beberapa hari sebelum ke Padang, ia sempat menemani Prof Azra tugas ke Bali dan sama-sama makan siang di daerah Ubud. Prof Azra sangat menikmati suasana tersebut.

"Saya merindukan suasana santai seperti ini," ungkap Prof Azra.

"Kami makan di sela sela kesibukan Prof membuka kegiatan penyegaran ahli pers acara yang digagas Mas Arief Zulkifli dan Mba Ninik," tutur Yadi.

Diketahui, sebelumnya Prof Azra terlibat aktif dalam lobby RKUHP, bertemu Menkopolhukam, Mahfud MD, lalu seluruh fraksi di DPR, Komisi III dan Wamenkumham.

"Legacy Prof Insyaallah akan lahir, Prof memberikan sesuatu yang luar biasa meskipun singkat berada di Dewan Pers. Kami mencintai Prof, kami sayang sama Prof. Selamat jalan Prof, kami akan ingat dan laksanakan pesan Prof," tutup Yadi.

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya