Santri Gontor Tewas Dianiaya, Ketua DPP Perindo Minta Masyarakat Tak Stigma Buruk Pesantren

Widya Michella, Jurnalis
Minggu 18 September 2022 19:07 WIB
Abdul Khaliq. (Foto: Youtube Perindo)
Share :

JAKARTA - Ketua DPP Partai Perindo Bidang Keagamaan, Abdul Khaliq Ahmad merespons adanya dugaan keterlibatan pondok pesantren dalam menutupi kematian Albar Mahdi, santri Pondok Pesantren Gontor Ponorogo, Jawa Timur asal Palembang, Sumatera Selatan. 

Dirinya menyayangkan adanya hal tersebut. Menurutnya pihak pesantren seharusnya mempunyai tanggung jawab terhadap pengelolaan lembaga yang bersangkutan. Salah satu bentuk tanggung jawab itu adalah terbiasa untuk membangun transparansi, baik dalam menjaga maupun kegiatan-kegiatan kependidikan di lingkungan pesantren itu. 

"Jadi dengan transparansi ini akan menambah kepercayaan publik tumbuh apapun yang dilakukan oleh pesantren itu bisa diketahui secara jelas oleh masyarakat. Sekarang memang fungsi dakwah itu sebenarnya membangun transparansi itu, jadi kalau pesantren kemudian bertolak belakang dengan semangat transparansi dakwahnya gagal," kata Abdul dalam podcast Aksi Nyata Partai Perindo yang disiarkan secara daring, Minggu (18/09/2022)

"Karena dakwah itu sesungguhnya ingin membangun suasana transparan dengan nilai-nilai yang positif untuk masyarakat. Termasuk dalam kasus ini adalah kasus kematian santri di Pesantren Gontor," ujarnya. 

 Baca juga: RUU Sisdiknas, TGB Harap Tidak Hanya Fokus Siapkan Pelajar ke Dunia Kerja

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya