"Kami mohon bantuannya kepada pihak yang punya wewenang, mohon bantuannya. Kami berharap relokasi, kalau bahasa di sini agar tidak mangmang (waswas)," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, peristiwa longsor dan pergerakan tanah di Kampung Cipicung tersebut mengancam permukiman warga. Belasan rumah warga terancam terbawa longsor.
Kasi Trantibum Kecamatan Banjarwangi, Dangdang, menjelaskan longsor di wilayah itu memiliki lebar 74 meter dan panjang 100 meter. "Longsor dipicu oleh tingginya curah hujan. Sebelum hujan dan longsor, memang sudah ada retakan tanah," kata Dangdang.
Beberapa rumah milik warga terpaksa dikosongkan pada malam hari di saat hujan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Mereka mengungsi ke rumah kerabat terdekat yang jaraknya aman dari lokasi bencana.
(Erha Aprili Ramadhoni)