Perihal banjir, menurut Ayla, peristiwa kemarin termasuk yang terparah selama ia mengenyam pendidikan di madrasah tersebut.
"Banjir udah pernah alamin sebelumnya tapi cuma selutut aja, ga parah seperti kemarin," kata Ayla.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji mengungkapkan, kronologi kejadian bermula saat hujan deras menyebabkan air gorong-gorong meluap sehingga menggenangi area sekolah MTsN 19. Selanjutnya membuat tembok pagar roboh dan menimpa sejumlah siswa.
"Beberapa siswa yang sedang bermain di area taman sekolah tertimpa tembok yang roboh, karena tidak mampu menahan luapan air yang ada (Bukan tembok ruangan kelas yang roboh)," ujar Isnawa saat dikonfirmasi, Kamis kemarin (6/10/2022).
Dia menjelaskan, posisi sekolah berada di dataran rendah, yang di sekitarnya terdapat saluran PHB Pinang Kalijati dan di belakang sekolah terdapat aliran sungai.
(Awaludin)