Pesatnya informasi dari gawai yang mudah diakses oleh anak merupakan tantangan tersendiri bagi orang tua. Orang tua perlu memahami cara memanfaatkan internet oleh anak, sehingga mereka dapat menggunakan internet untuk berbagai hal positif sebagai upaya peningkatan kualitas diri.
Dalam kesempatan yang berbeda, organisasi yang berfokus pada pembangunan kapasitas sumber daya manusia Indonesia, ICT Watch, dalam Sarasehan Nasional yang bertema “Penanganan Konten Asusila di Dunia Maya” pada 12 Agustus lalu mengimbau agar orang tua tak lagi hanya sekadar mengawasi, apalagi sampai “buta teknologi”, namun juga harus terus mengikuti perubahan dalam dunia teknologi terkini.
“Langkah-langkah tersebut tidak akan berjalan lancar apabila orang tua tidak berusaha mengerti teknologi apalagi kemampuan belajar anak lebih cepat,” ujar Ketua ICW Widuri.
Untuk melindungi anak dari pengaruh buruk penggunaan internet, Widuri menjelaskan enam tantangan yang dihadapi orang tua di era digital saat ini, yakni kemudahan akses, bebasnya koneksi tanpa aturan, anak yang lebih pintar dalam dunia digital dari orang tuanya, datangnya informasi yang bersumber dari berbagai orang, anak yang cenderung ingin lebih bebas, dan belum pahamnya resiko negatif dari penggunaan internet.
Konsumsi konten yang berbau pornografi dari iklan pop-up yang kerap muncul di berbagai situs web juga memiliki dampak yang besar bagi anak. Iklan tersebut seringkali tidak sengaja terlihat oleh anak tanpa bisa dicegah.
“Jadi, tidak semuanya karena anak tersebut mengakses situs porno dengan berbagai cara. Justru iklan yang muncul menjadi faktor utama anak terpapar konten tersebut,” ucap Widuri.