Koma 3 Hari dan Hilang Ingatan, Korban Tragedi Kanjuruhan Teriak Histeris Begitu Banyak Pejabat Menengok

Avirista Midaada, Jurnalis
Rabu 12 Oktober 2022 15:52 WIB
Cahaya Nur Dewata masih belum mengingat sepenuhnya kejadian di Kanjuruhan (Foto: Okezone/Avirista)
Share :

MALANG - Rasa trauma masih dirasakan Cahayu Nur Dewata, satu korban luka pasca Tragedi Kanjuruhan Malang. Ia masih terlihat ragu-ragu diajak berkomunikasi dengan banyak orang pasca kejadian memilukan di Stadion Kanjuruhan Malang.

Nada bicaranya pun pelan dan terlihat mimik muka yang gelisah dan tak nyaman saat didatangi awak media di rumahnya. Didampingi sang ibu kandung Nurul Laily Trilestari, Cahayu Nur menyibukkan diri dengan handphone. Sang ibu berusaha menenangkan anaknya yang masih dalam keadaan lemas.

Nurul Laily Trilestari menuturkan, anaknya sempat berteriak-teriak dan histeris saat banyak kunjungan pejabat di RSUD Kanjuruhan. Hal itu terjadi saat Cahayu mulai tersadar dari komanya dan masih menjalani perawatan di RSUD Kanjuruhan Kepanjen.

"Dulu sempat teriak-teriak di RSUD Kanjuruhan saat ada keramaian, kerumunan, kunjungan pejabat datang kan ramai - ramai itu teriak dia, terus sering mengigo, ngomong sendiri," tutur Nurul Laily Trilestari, ditemui di rumahnya, pada Rabu siang (12/10/2022).

Pasca kejadian itu kondisi fisik Cahayu Nur memang tampak melemah. Anaknya sempat diberikan bantuan tabung oksigen untuk pernapasan selama dirawat di rumah. Perlahan tapi pasti kondisinya berangsur-angsur membaik hingga Rabu siang (12/10/2022).

"Sudah mulai membaik kondisinya ini, kalau sesak napas selama di rumah nggak, ya cuma tangannya itu susah digerakkan sama ingatannya masih terbatas," ujarnya.

Laily mengaku, anaknya diselamatkan seseorang dari luar stadion dan membawanya ke RS Wava Husada. Saat itu sang anak dikatakan Laily dijumpai di tribun 12, sehingga terjadilah kejadian itu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya