Kisah Jenderal Soemitro dan Boneka Jailangkung

Tim Okezone, Jurnalis
Kamis 13 Oktober 2022 11:18 WIB
Jenderal Soemitro dan boneka jailangkung (Foto : Boombastis)
Share :

JAKARTA - Jenderal TNI (Purn) Soemitro Sastrodihardjo lahir di Sebaung, Gending, Probolinggo, Jawa Timur, 13 Januari 1927. Menjadi salah satu jenderal yang cukup disegani dimasanya, ternyata Soemitro jadi tentara karena mendapat petunjuk dari jailangkung.

Cerita bermula saat ia masih berusia 15 tahun. Saat itu Soemitro yang memiliki cita-cita sebagai insinyur, berubah menjadi tentara karena iseng bermain jailangkung bersama kawannya Gatot Supangkat di Surabaya,.

Soemitro dan Gatot bermain jailangkung, dan pertanyaan pertama yang dilontarkannya ialah “besok saya akan jadi apa?”. Boneka jailangkung yang sedang diaminkan mereka pun menjawab dengan menunjuk huruf 'M, A, J, O, R'.

“Namanya garis hidup, saya betul-betul jadi tentara,” ucap Soemitro dalam buku Soemitro: dari Pangdam Mulawarman sampai Pangkopkamtib karya Ramadhan K. H.

Soemitro bergabung menjadi anggota PETA (Pembela Tanah Air) yang dibentuk oleh Jepang. Selama mengikuti pendidikan perwira PETA di Bogor, dirinya dikenal paling nakal, sering keluar pagar asrama untuk mencari makan bahkan mencuri makanan di dapur atau di kamar instruktur.

Hingga suatu malam, Soemitro beserta dua orang rekannya, Sukaryadi dan Ponidi keluar asrama untuk mencari makan. Namun saat mereka kembali, hanya Soemitro dan Ponidi yang berhasil kembali ke asrama. Sedangkan Sukaryadi tertangkap oleh Yanagawa, seorang komandan pendidikan perwira PETA.

Sebagai hukuman, Sukaryadi harus melakukan saseng atau bersila selama satu minggu, di siang harinya ia harus melakukan bela diri menggunakan pedang kayu (kendo), dan bela diri menggunakan bayonet (juken jutsu). Hebatnya, Sukaryadi tetap bungkam ketika ditanya siapa dua orang kawannya yang keluar bersamanya saat itu. Ia selalu mengatakan tidak tahu, bahkan mengatakan mungkin kedua orang tersebut berasal dari kesatuan lain.

Soemitro yang mengetahui hal tersebut pun merasa respek dan berutang budi kepada kawannya. Karena jika saat itu Sukaryadi menyebut nama Soemitro dan Ponidi, tentunya mereka bertiga akan dikeluarkan dan Soemitro pun tidak akan menjadi jenderal.

Karir militer Soemitro ternyata cukup moncer bahkan melampaui petunjuk jailangkung yang menyebutnya hanya sampai berpangkat mayor. Soemitro berhasil menjadi jenderal dengan jabatan di berbagai posisi. Dari mulai Pangdam V Brawijaya, Pangdam VI/Mulawarman di Kalimantan, hingga Panglima Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib).

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya